Langsung ke konten utama

MENYERAH UNTUK MEROKET

Halo para pembaca Si Jomblo Ngenes..


Pagi ini, gua lagi off kuliah, trus daripada gabut, gua mau basa basi bareng kalian..

Oh ya, kalian masih Jomblo juga kan? APA UDAH UPDATE LEVEL KAYAK GUA, JOMBLO NGENES? Hahaha
*yang Non-Jomblo harap meninggalkan postingan ini* ga deng canda wkwk

Hem, pertanyaan diatas itu, kalau kalian baca sekilas doang bakal menyindir kalian, tapi kalau kalian baca dengan pelan-pelan layaknya Gary di film Spongebob, kalian bakal termotivasi (LHO?). Tergantung perspektif kalian. Lah perspektif apaan? Perspektif itu.... Nah itu.

Gua iseng nebak kalian nih, cewe maupun cowo. Pernah ga menyukai lawan jenis kalian? (MASA SIH GA PERNAH? GUA AJA PERNAH, WALAUPUN JOMB...jangan dilanjutin). Sebelum menjawab pertanyaan itu, kalian udah tau apa defenisi suka yang gua maksud kan? Jadi Suka yang gua maksud itu adalah seseorang yang WOW di mata kalian sehingga kalian menjadi bingung cara masuk ke dalam hatinya (LHO?!!).

Tapi menyukai lawan jenis ini menurut gua terbagi lagi, yaitu menyukai pada seseorang yang belum kenal alias PANDANGAN PERTAMA atau menyukai setelah lama berkenalan atau FRIENDZONE-ABLE. Nah, disaat kalian merasa suka, apa yang kalian lakukan? Apa kalian diem aja sekadar mengaggumi karena udah berteman sejak negara api menyerang? Apa kalian mencoba mendekatin walaupun kalian baru kenal? Atau kalian berjuang mendekatin karena kalian suka pada pandangan pertama? Mungkin, kalian merasa kondisi diatas lebih condong kearah cowo, tapi berdasarkan skripsi gua yang udah di TEKKEN sama DOZEN, sebenarnya itu juga berlaku bagi cewe.

Tadi gua sebutin ada 3 (dibaca TIGA) kondisi atau keadaan. Sebenarnya jawaban dari ketiga kondisi itu sama, apa jawabannya? Coba buka dan tonton postingan gua sebelumnya atau klik disini. Di video yang iseng gua rekam beberapa bulan lalu itu, gua mengatakan kalau kalian suka sama seseorang, kalian harus memberikan rasa peduli kalian kepada orang yang kalian sukai dan bukan sekadar memperhatikan atau memperhatikan doang. Karena, menurut gua, memperdulikan dan memperhatikan itu beda. Apa bedanya, coba?

Sekarang kita berbicara di kondisi kita masih JOMBLO (emang pernah GA JOMBLO?). Ketika kalian menyukai lawan jenis kalian, jika dilihat dari perspektif "PEDULI" maka kalian akan berjuang untuk mendekatinnya, berusaha sesulit apapun, memberi perhatian, tidak sekadar simpati tetapi juga empati hingga kalian dapat memasukin hatinya. Sedangkan, jika kalian hanya "PERHATIKAN", ya kalian cuma memperhatikan aja, kalian tidak berjuang, mungkin simpati doang sama lawan jenis kalian tetapi usaha = 0. Ingat rumus usaha di FISIKA,


W = F x S
                            
Dimana:           W = Usaha (Newtoon meter/Joule)
     F = Gaya (Newtoon)
S = Jarak (Meter)

Jika kita lihat rumus diatas, usaha itu sama dengan gaya dikali dengan jarak. Jika gaya gede dikali dengan jarak yang gede juga maka usaha akan sama dengan gede kuadrat. Coba kita kaitkan dengan usaha yang kita berikan kepada lawan jenis kita, ibaratkan F (gaya) itu adalah KEPEDULIAN kita dan S (jarak) itu adalah INTENSITAS dari KEPEDULIAN kita. It means, jika kedua sisi F dan S kita GEDE, maka pastilah USAHA kita GEDE. Nah, kita sudah berada di level PEDULI.

Nah, sekarang yang jadi pertanyaan, jika kita telah berusaha mendekatin lawan jenis kita, apakah dia akan memberikan FEEDBACK kepada kita? Coba kita lihat dari perspektif Hukum III Newtoon, yaitu:

AKSI = - REAKSI
Tanda minus (-) diatas hanya sebagai tanda arah yang berlawanan dengan AKSI.
Minus bukan bermaksud negatif melainkan arah, sekali lagi ARAH.


Dari teori Hukum III Newtoon diatas, kita dapat melihat bahwa jika kita sudah melakukan sebuah AKSI (dalam arti FISIKA adalah GAYA, dalam hal yang gua maksud adalah KEPEDULIAN), maka kita akan mendapatkan sebuah REAKSI yang sama pula dari lawan jenis kita.

Teori Hukum III Newtoon ini juga mirip dengan salah satu ayat di Alkitab-nya kaum Nasrani yang keberadaannya sudah lebih dahulu ada, yaitu:

"Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya"
Galatia 6:7b

Nah, it means jika kita peduli kepada orang lain, maka kita juga akan dipedulikan orang lain juga, hal itu jelas terlihat kan. 


Setelah melihat bacotan gua diatas, apa kalian sudah dapat gambarannya?


Tetapi bagaimana jika kalian mengalami hal yang berbanding terbalik dengan teori diatas seperti yang gua alamin baru-baru ini (LHO KOK CURHAT?!). Jadi gua mengalami kondisi ketiga diatas, dimana gua menyukai seorang *cewe pada pandangan pertama. Gua udah berusaha walaupun kecil usaha gua karena gua emang cowo yang pemalu dan mudah menyerah (PANTESAN AJA JOMBLO NGENES). Tetapi, FEEDBACK dari dia yah gitulah. Gua merasa dia tidak menyukai gua dan mungkin sudah memberikan perhatian kepada cowo lain. 

Dan kalian tau? GUA MENYERAH ketika dia ga balas chat gua lagi. Nah, gua menyerah bukan berarti gua berhenti menyukai tetapi gua sadar, gua juga pernah diposisi wanita itu, dimana cewe lain mendekatin gua tapi gua menjauh karena udah suka dengan cewe yang kurang FEEDBACK ke gua tadi. Walaupun sempat merasa sedih tetapi gua gamau kebahagiaan gua hilang begitu saja karena gua ingat akan teori dari seorang Dosen Fisika yang mengatakan langsung dihadapan gua, yaitu:

"Kebahagiaan adalah kepasrahan terhadap apa yang tidak kita miliki (inginkan) dan berusaha mendapatkan apa yang kita butuhkan yang sesuai dengan kehendak Tuhan"

  
Dari kalimat itu, ada dua kata yang menjadi perhatian yaitu INGINKAN dan BUTUHKAN. Menurut gua, apa yang kita INGINKAN bukanlah apa yang kita BUTUHKAN. Misalnya kondisi diatas tadi, gua mengaku gua menginginkan cewe itu tetapi apa cewe itu memang sudah menjadi apa yang gua BUTUHKAN? Sedangkan saat ini yang paling gua BUTUHKAN itu adalah TUHAN dan PENDIDIKAN. Banyak contoh lain, kalian INGIN menjadi KAYA, tapi apa itu yang menjadi KEBUTUHAN kalian dalam menjalani hidup? Sedangkan kalian bisa KAYA karena kalian sudah terlebih dahulu mencukupi apa yang kalian BUTUHKAN, misalnya PENDIDIKAN kalian atau KARIR kalian sehingga kalian KAYA RAYA SULTAN MINYAK SAUDARANYA RAJA SALMAN.

Maka dari itu, gua MENYERAH tetapi gua akan kejar apa yang jadi mimpi gua selama gua di dunia ini karena gua yakin, Tuhan akan berikan yang terbaik bagi anak-Nya yang setia kepada-Nya dan berusaha. Mungkin bukan sekarang Tuhan berikan, tetapi kelak pada waktu yang tepat ^_^


Eh, ada notif barusan, ternyata gua ada kuliah jam 9.40 dan sekarang 8.38 hahaha
Udah dulu yaa... 


Love,



Si Jomblo Ngenes




*Dosen Fisika diatas tadi adalah bokap gua hahaha
*Cewe diatas tadi adalah cewe yang ga sengaja gua lihat di suatu acara natal kampus pada malam hari, sebut saja K.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIPEDULIKAN ATAU DIPERHATIKAN? #VLOG

[UPDATED 28 Agustus 2017]
Ingat guys, memperdulikan itu tak selamanya kita juga mendapatkan balasan yang sama, gua untuk pertama kalinya mengalami hal itu, disaat gua memperdulikan seseorang tapi dia mengabaikan karena yah, dia masih sayang sama mantannya. Tapi itu adalah hak dia. Kita tak bisa protes akan hal itu.
Sekian :)


1998

Kalau dipikir-pikir, aku memang tolol ya. Bodoh lagi, jelek, bisa dikata gua ga ada kelebihan, layaknya sampah.

Wajar aku jomblo, ngenes lagi.  Wajar aku diabaikan, sama cewe yang ku perjuangi. Wajar aku dibuang, sama cewe yang ku sayangi.
Kalau ditanya, "sedih ga lu el?". Aku mau jawab apa ya, kayak bukan pertanyaan gitu kan.  Udah tau pasti jawabannya.
Btw, guys, namaku Immanuel Riyadi Tampubolon, lahir di Medan, 19 April 1998. Muka dibawah rata-rata, fisik juga sama, kelebihan? Maaf hanya itu kekuranganku, ga ada kelebihan.
Btw, selama 19 tahun hidup, di tahun 2017 ini adalah tahun paling sedih bagi gua. Sedih, sangat, nangis, galau, semenjak gua ngerti apa itu cinta, dan pertama kali mengalaminya sama seorang wanita (yang ga sengaja gua lihat di acara natal kampus gua dulu). Lu tau kan gua cowo melankolis, trus gua gada pengalaman deketin cewe, dan tololnya gua berharap dia chat gua gitu karena gua ga punya bahan buat chat dia, bahkan nyali juga susah sih bagi gua, mungk…